Kamis, 06 September 2012

Penerapan Metode Belajar Tadabur Alam pada Anak Usia Dini


A. Penerapan Metode Belajar Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual dan Kecintaan pada Alam
1.   Konsep
Konsep sekolah alam adalah konsep belajar aktif, menyenangkan dengan menggunakan alam sebagai media langsung untuk belajar. Sekolah Alam berusaha menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan, yang atmosfer belajar tidak menegangkan, komunikasi antara guru dan siswa juga hangat dan juga mementingkan pada active learning , yang siswa tidak terfokus pada buku-buku pelajaran saja tapi mengalami langsung apa yang mereka pelajari (Djuwita, 2007)
Dalam penerapan metode belajar Tadabbur Alam, diterapkan konsep belajar seperti halnya sekolah alam. Hal ini dikarenakan media utama dalam proses belajar mengajar yaitu dengan melibatkan alam. Dalam metode belajar ini lebih banyak menggunakan aktif atau action learning, yaitu anak belajar melalui pengalaman (anak mengalami dan melakukan langsung). Dengan mengalami langsung, anak atau siswa diharapkan belajar dengan lebih bersemangat, tidak bosan, dan lebih aktif. Penggunaan alam sebagai media belajar ini diharapkan agar kelak anak jadi lebih aware dengan lingkungannya dan tahu aplikasi dari pengetahuan yang dipelajari. Tidak hanya sebatas teori.
Penerapan metode belajar Tadabbur Alam berusaha menciptakan suasana mengajar yang menyenangkan. Atmosfer belajar tidak menegangkan, komunikasi antara guru dan siswa juga hangat dan juga mementingkan pada active learning, anak dikenalkan pada alam dan diberi pengetahuan tentang benda-benda alam.Kemudia ditanamkan pemahaman, siapa yang menciptakan alam tersebut dan tindakan yang tepat terhadap alam beserta isinya.
Kurikulum
Pendidikan anak usia dini (early childhood education) merupakan suatu disiplin ilmu pendidikan yang secara khusus memperhatilan, menelaah, dan mengembangkan berbagai interaksi edukatif antara anak usia dini dengan pendidik untuk mencapai tumbuh kembang potensi anak secara optimal. ( Departemen Pendidikan Nasional, 2007:25).
Kurikulum PAUD bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi anak (thewhole child) agar kelak dapat berfungsi sebagai manusia yang utuh sesuai kultur, budaya, dan falsafah suatu bangsa (Departemen Pendidikan Nasional, 2007:21) Mengacu kepada tujuan dari kurikulum PAUD dan berdasarkan konsep penerapan metode belajar Taddabur Alam sebagai upaya pembentukan kecerdasan spiritual dan kecintaan pada alam, sehingga kurikulumnya mengacu kepada hal-hal sebagai berikut.
Kurikulum akhlak, melalui konsep teladan pengembangan SQ (Spiritual Quotient) yang diimplementasikan secara praktis melalui pengamatan alam dengan mentadaburi isi alam serta belajar melalui teladan (Learning by Qudwah) untuk pemantapan kecerdasan spiritualnya.
Kurikulum Sains, disusun secara holistik menggunakan spider web agar logika ilmiah siswa berkembang secara integral. Sehingga mampu atau terbiasa mengamati fenomena alam, mencatat data, melakukan eksperimen, dan membentuk sebuah teori. Dengan kurikulum sains ini, diharapkan anak mengenal lingkungannya, sehingga menimbulkan rasa cinta terhadap alam.
Lingkungan (environment) meliputi semua kondisi dalam dunia yang dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life processes kita kecuali gen-gen   (Purwanto, 2007 : 73). Dalam perkembangannya, manusia akan berhadapan dengan lingkunagn sekitarnya, di lingkungan sekitar itulah manusia belajar mengenal dirinya dan alam sekitarnya. Dalam penerapan Metode belajar Tadabbur Alam diterapkan pembelajaran sains, dengan harapan, peserta didik dibina untuk   bertingkah laku mencintai lingkunagn sekitarnya dan bersikap arif terhadap lingkungan sebagai bagian dari proses kehidupannya.
Kondisi
Metode belajar Tadabbur Alam adalah metode yang dilakukan di alam terbuka. Kondisi yang baik untuk penerapan metode ini adalah kondisi yang mendekatkan siswa dekat dengan alam berupa rimbunnya pepohonan, lahan untuk berkebun, bahkan sejumlah hewan ternak seperti angsa dan bebek menjadi bagian dari suasana alami yang ada di alam.
Ruang kelas berupa bangunan semen dan bersekat-sekat tidak ada, yang ada hanyalah saung-saung belajar yang terbuat dari kayu berukuran 5 x 5 meter dan beratap rumbia.   Saung sebagai tempat belajar selain dapat lebih dekat dengan alam, juga sebagai ciri khas bangsaIndonesia. Selain itu, pembuatan saung juga lebih murah dibanding dengan membangun ruangan beton yang berpendingin udara. Disampingitu, saung memang cocok untukIndonesia, yang beriklim tropis. ( Novo, 2009 )
Ruang kelas dalam metode belajar Tadabbur Alam adalah ruang kelas yang didesain sesuai dengan alam, fungsinya sebagai pelengkap sarana proses belajar mengajar dan sebagai sarana siswa untuk mengenal lebih dekat dengan alam. Selain itu ruang kelas ini digunakan untuk menyimpan peralatan yang dibawa oleh siswa dan digunakan pada saat siswa memulai pelajaran sebelum diajak berkeliling di alam terbuka. Di ruang kelas ini pula pendidik menyampaikan tata tertib dan briefing selama melakukan proses belajar mengajar di alam terbuka.
B.   Materi pada Penerapan Metode Belajar Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual dan Kecintaan pada Alam
Materi pembelajaran PAUD juga amat variatif. Adapendapat yang menyatakan bahwa PAUD hanya mengembangkan logika berpikir, berperilaku, dan berkreasi. Adapula yang menyatakan bahwa PAUD juga mempersiapkan anak untuk siap belajar (ready to learn), yaitu siap belajar, berhitung, membaca, menulis. Adapula yang menyatakan bahwa materi pembelajaran bebas, yang penting PAUD mengembangkan aspek moral-agama, emosional, sosial, fisik-motorik, kemampuan berbahasa, seni, dan intelektual (Departemen Pendidikan Nasional, 2007:21).
Materi adalah pelajaran yang diberikan pendidik kepada peserta didik dalam rangka memenuhi dan menyelesaikan kurikulum yang telah ditetapkan. Materi ini diharapkan bisa mendidik anak menuju pada karakteristik yang diharapkan yaitu mempunyai kecerdasan spiritual dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan tujuan tersebut materi yang diberikan mengacu pada kurikulum yang telah ditetapkan. Materi tersebut sebagai berikut.
Materi pembentukan kecerdasan spiritual
Alam menawarkan sejumlah benda yang bisa diamati kemudian direflesikan dengan narasi yang baik oleh pendidiknya. Materi yang berkenaan dengan penanaman kecerdsan spiritual sangat cocok jika anak berbaur langsung dengan alam. Materi yang diberikan dalam rangka penanaman kecerdasan spiritual ini adalah berupa tauhid yang dikemas dalam sebuah lagu. Contohnya :
Macam-macam Tanda-tanda Kebesaran Allah :
Adanya bintang, adanya bulan, adanya awan, adanya gunung, adanya laut, adanya matahari, dll
Lagu ini di nyanyikan setelah anak diajak mengelilingi alam.
Tadabbur Alam
Di kala akhir Tadabur Alam
Adatanya yang menyentuh dalam hati
Sudah siapkah aku kini
Menjadi hamba yang sejati
Telah banyak yang aku dapatkan
Tentang arti hidup dan perjuangan
Fi sabilillah ditegakkan
Lewat hati, kata, dan perbuatan
Ku mohon kekuatan Ya Allah
Agar dapat   kujalankan
Amanah umat dan ikatan
Demi agama Islam
Kini tiba saat diwujudkan
Apa yang telah diberikan
Semoga Allah meridhoi }2x
Niat hati yang tulus ini  .
Materi yang diberikan cukup beragam, dari penanaman tauhid sampai kepada fiqih (tata cara) bermuamalah dengan dengan orang lain dan lingkungannya.
Materi sains sebagai pembentukan karakter mencintai lingkungan
Di alam banyak komponen biotik maupun abiotik yang bisa digunakan sebagai media untuk belajar. Dalam memahamkan anak untuk mencintai lingkungannya, komponen alam sangat bermanfaat untuk mengenalkan langsung kepada anak. Materi yang disampaikan untuk memahamkan anak mancintai lingkungannya adalah pendidik mendeskripsikan alam dan isinya serta manfaat dari alam. Disampingitu,   anak di ajak untuk merawat lingkungan misalnya menanam pohon dan merawatnya. Untuk menambah kepekaan anak kepada lingkungannya anak diajak langsung mengamati kejadian alam atau bencana alam kemudian menerangkan kepada anak akibat dari bencana alam tersebut.
3.   Indikator Keberhasilan Penerapan Metode Belajar Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini sebagai Upaya Pembentukan Kecerdasan Spiritual dan Kecintaan pada Alam
Sesuai tujuan awal penerapan metode ini yaitu dalam rangka membentuk anak untuk memiliki kecerdsan spiritual yang tinggi dan cinta akan lingkungannya. Selama berinteraksi dengan alam diharapkan anak-anak mampu untuk mengenali semua komponen yang ada di alam dan bisa merenungi penciptaan alam beserta isinya yang membentuk kecerdasan spitirualnya. Indikator dari keberhasilan metode belajar Tadabbur Alam ini adalah setelah mengikuti serangkaian belajar diharapkan dapat menjadi anak yang ramah terhadap lingkungan dan lebih bijak karena semakin menghargai alam dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.
PENUTUP
A. Simpulan
Pendidikan anak usia dini bukan diartikan sekadar memberikan pendidikan, tetapi menanamkan dan membentuk karekter anak yang baik.
Pendidikan anak usia dini tidak hanya ditempuh melelui pendidikan formal, tetapi pendidikan non formal bisa memenuhi kebutuhan pendidikan. Salah satu satuan PLS yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan anak adalah lembaga PAUD.
Banyak metode yang bisa diterapkan oleh pelaksana PAUD dalam rangka menggali potensi anak dan mengarahkan anak dalam membentuk kecerdasannya. Tadabbur Alam merupakan salah satu metode yang diterapkan pada Pendidikan Anak Usia Dini dalam rangka membentuk kecerdasan spiritual anak dan kecintaan anak terhadap lingkungannya. Pelaksanaan metode belajar Tadabbur Alam ini telah membawa dampak yang sangat besar terciptanya karakter anak.Indikator keberhasilannya adalah anak semakin bijak dan   arif memperlakukan alam sebagai bagian dari kehidupan, dan lebih dekat mengenal sang Pencipta. Meskipun dalam pelaksanaan metode ini banyak hambatan dari segi biaya namun tidak menyurutkan semangat bagi pelaksana pendidikan untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak bangsa.
B.   Saran
Bagi pendidik, dengan pelaksanaan metode belajar Tadabbur Alam bisa membantu para pengajar untuk mengarahkan dan membentuk kecerdasan anak dalam hal kecerdasan spiritual dan kecintaan anak akan alam. Materi yang akan disampaikan oleh peserta didik diharapkan bisa membentuk karakternya sesuai tujuan awal pelaksanaan metode belajar Tadabbur Alam. Disampingitu, para pendidik harus siap dalam melaksanakan motode ini.
Bagi pemerintah, diharapkan bisa membantu kegiatan   yang dilakukan oleh setiap lembaga pendidikan baik itu pendidikan formal maupun informal, dari segi sarana dan prasarana.
Bagi orang tua, hendaknya memperhatikan pendidikan anaknya sejak usia dini, agar potensi yang dimiliki oleh anak bisa tercover melalui pendidikan yang diberikan oleh orangtua.Selain itu hendaknya orang tua selektif dalam memilih pendidikan anak untuk masa depan anak yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar